BBM Naik, Ahmadiyah terlupakan

4 06 2008

Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) 23 Mei 2008 pukul 21.00 dan mulai berlaku pada tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00. Harga BBM naik kira-kira 28 %. Premium yang dulunya Rp 4500 menjadi 6000 per liter. Walaupun sering mendapat protes dan demo dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah tidak bergeming untuk tetap pada keyakinannya untuk menaikkan harga BBM, yang katanya adalah opsi terakhir untuk mengatasi naiknya harga minyak mencapai lebih dari $ 110 dolar per barel. Langkah ini dilakukan untuk menghemat anggaran negara untuk subsidi BBM yang pada awal APBN disahkan, perkiraan harga minyak dunia kira2 90 dolar per barel. Kenaikan harga minyak dunia memaksa pemerintah untuk merubah APBN lebih cepat dari biasanya. Naiknya harga minyak otomatis akan membebani negara dengan anggaran subsidi yang akan makin besar mencapai 300 trilyun rupiah . Langkah untuk menaikkan harga bbm pun tak bisa dicegah lagi. Tak pelak, kenaikan harga bbm otomatis akan menaikkah harga-harga barang karena biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar transportasi makin bertambah, sehingga mau tidak mau para pelaku ekonomi menaikkan harga-harga barang untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi.

Rencana kenaikan BBM yang sebelumnya dihembuskan oleh pemerintah telah mengundang reaksi dari banyak elemen masyarakat. Mahasiswa, rakyat biasa, buruh dan lainnya bergantian melakukan unjuk rasa, meminta kepada pemerintah untuk tidak menaikkan harga bbm di berbagai belahan Indonesia. Mereka menuntut harga bbm tidak naik, nasionalisasi aset-aset negara dsb.

Isu kenaikan BBM, pelan pelan menghapus perhatian publik pada kasus Ahmadiyah. Penolakan dan penghapusan dan pembubaran ajaran ahmadiyah banyak disuarakan oleh ormas-ormas islam menuntut pemerintah untuk mengeluarkan keputusan pelarangan ahmadiyah di Indonesia karena telah menodai ajaran agama Islam. Pemerintah berjanji akan mengeluarkan SKB ( surat Keputusan Bersama) antara Depdagri, Depag dan Kejaksaan terkait Ahmadiyah. Namun janji sekedar janji, waktu yang dijanjikan untuk mengeluarkan SKB tersebut tak kunjung ditepati. Pemerintah seolah mengulur-mengulur waktu tentang masalah ini. Penguluran waktu ini kembali mendapat protes dari ormas dan Muslim Indonesia untuk segera mengeluarkan SKB yang dijanjikan. Sepertinya ada intervensi dari negara asing terhadap pemerintah. Seperti kita ketahui, Ahmadiyah mempunyai markas pusat di Inggris. Pada zaman penjajahan inggris di India, Ahmadiyah merupakan sekutu yang pro terhadap inggris, dimana pimpinan mereka Mirza Ghulam Ahmad tidak mewajibkan jihad melawan penjajah.

Pemerintah sepertinya mencari isu baru untuk dihembuskan karena situasi sedang ramai. Ketika isu harga bbm naik dihembuskan, seketika perhatian publik dan media massa berubah arah dan tidak pernah kembali mengekspos masalah SKB terkait Ahmadiyah.

Memang kalau sudah urusan perut … =) semuanya bisa lupa….

sekedar tulisan aja …





Hello world!

20 03 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!